Gaya Berpakaian Retro yang Simpel untuk Tampilan Harian
Tumpukan kemeja di lemari sering mendadak terasa membosankan, terutama saat mau berangkat ke kantor atau sekadar ngopi santai di akhir pekan. Gaya berpakaian retro yang praktis menjadi jalan keluar tepat untuk memberi variasi penampilan tanpa perlu membeli seluruh isi lemari baru.
Gaya berpakaian retro menawarkan estetika klasik dari era 70-an hingga 90-an yang bisa dipadukan dengan potongan pakaian modern. Kuncinya ada pada pemilihan satu atau dua item utama, agar keseluruhan pakaian yang dipakai tetap seimbang.
Kombinasi pakaian vintage dengan pakaian kekinian sebenarnya cukup mudah jika paham paduan warna dasar dan tekstur bahannya.
Daftar Isi
- Ciri Khas Pakaian Era 70-an hingga 90-an
- Era 70-an dengan Warna Hangat
- Era 80-an yang Serba Oversized
- Era 90-an yang Minimalis dan Kasual
- Padu Padan Kemeja Motif dan Celana High-Waist Selalu Berhasil
- Manfaatkan Aksesori Klasik untuk Memperkuat Tampilan
- Pilihan Sepatu dan Alas Kaki Pendukung
- Perawatan Baju Vintage Supaya Serat Kain Awet
- Pertanyaan Seputar Gaya Berpakaian Retro
- Bagaimana cara memakai pakaian retro supaya tidak terlihat kusam?
- Berapa anggaran awal untuk mulai mengoleksi baju gaya retro?
- Apakah gaya berpakaian retro cocok untuk dipakai kerja di kantor?
Ciri Khas Pakaian Era 70-an hingga 90-an
Tiap dekade memiliki karakteristik potongan dan warna kain yang jelas membedakan satu sama lain. Pemahaman atas perbedaan ini memudahkan proses pemilahan baju bekas atau koleksi lama di lemari rumah.
Era 70-an dengan Warna Hangat
Era 1970-an kental dengan nuansa warna tanah seperti cokelat mustard, marun, dan oranye bata. Kerah kemeja pada dekade ini cenderung lebih lebar dan meruncing ke bawah. Celana model cutbray atau flare juga menjadi ciri utama yang langsung memberi kesan antik saat dikenakan.
Era 80-an yang Serba Oversized
Dekade 1980-an menonjolkan siluet bahu yang tegas dan pakaian berukuran longgar. Jaket jins tebal, blazer dengan bantalan bahu, serta celana baggy mendominasi tren masa itu. Warna-warna cerah hingga neon kerap dipakai bersamaan untuk menciptakan kontras visual yang kuat.
Baca Juga: Panduan Gaya Berpakaian ala Minimalis Jepang Praktis
Era 90-an yang Minimalis dan Kasual
Pada era 1990-an, tren berpindah ke arah yang lebih santai dan sederhana. Kemeja flanel kotak-kotak, kaos polos bermodel longgar, serta celana jins mom jeans berpotongan lurus menjadi pakaian harian yang populer. Kombinasi ini cocok untuk acara santai di kafe atau kampus.
Padu Padan Kemeja Motif dan Celana High-Waist Selalu Berhasil
Penggunaan kemeja bermotif retro tidak harus membuat penampilan terlihat berlebihan atau seperti hendak menghadiri pesta kostum. Keseimbangan visual bisa didapat dengan memasangkannya bersama celana polos berpotongan tinggi.
Kemeja bermotif abstrak atau bunga-bunga kecil dapat dimasukkan ke dalam celana bahan high-waist berwarna netral seperti krem atau hitam. Langkah ini seketika membentuk garis pinggang yang rapi dan memberi kesan kaki lebih jenjang. Pilihan kemeja berbahan rayon atau katun tipis seharga Rp75.000 sampai Rp180.000 di toko daring sudah cukup nyaman dipakai seharian di udara hangat.
Gunakan dalaman kaos polos putih jika ingin memakai kemeja retro sebagai outer yang kancingnya dibuka.
Manfaatkan Aksesori Klasik untuk Memperkuat Tampilan
Detail kecil pada aksesori sering kali menjadi penentu utama dari karakter pakaian yang dikenakan. Tanpa perlu mengganti baju utama, penambahan satu atau dua aksesori vintage sudah bisa mengubah keseluruhan nuansa busana.
Baca Juga: Gaya Berpakaian Saat Cuaca Dingin yang Nyaman dan Rapi
Sabuk kulit lebar dengan kepala gesper kuningan atau perak bisa menyatukan kemeja longgar dan celana jins. Kacamata hitam berbingkai tebal ala era 80-an atau topi newsboy cap memberi sentuhan nostalgia yang instan. Aksesori bekas layak pakai dapat dibeli di marketplace dengan kisaran harga Rp30.000 hingga Rp90.000 untuk menghemat anggaran.
Pilih salah satu aksesori sebagai titik fokus agar tidak terlihat terlalu ramai.
Pilihan Sepatu dan Alas Kaki Pendukung
Alas kaki menentukan sentuhan akhir dari nuansa nostalgia pakaian yang dikenakan. Pemilihan sepatu yang pas membuat gaya lama tetap relevan dan nyaman dipakai beraktivitas.
Sepatu sniker kain model low-top berwarna putih atau hitam polos selalu cocok disandingkan dengan celana jins potongan lurus. Untuk tampilan yang sedikit lebih formal, sepatu loafers kulit sintetik atau sepatu boots semata kaki seharga Rp150.000 sampai Rp350.000 memberikan struktur yang kokoh pada bagian bawah tubuh. Pastikan memilih sol sepatu yang empuk, agar kaki tidak cepat pegal saat berjalan jauh.
Perawatan Baju Vintage Supaya Serat Kain Awet
Kain tua atau pakaian tiruan gaya retro bertekstur lembut membutuhkan cara cuci yang lebih hati-hati. Kesalahan saat mencuci bisa membuat serat kain menipis atau warnanya cepat pudar.
Cuci pakaian berbahan kain halus atau rayon menggunakan tangan dan detergen cair yang lembut. Hindari memeras pakaian terlalu keras agar bentuk kerah dan serat kain tidak melar.
Baca Juga: Gaya Berpakaian Musim Hujan yang Rapi dan Fungsional
Penjemuran cukup dilakukan di tempat teduh yang terjangkau angin tanpa terpapar sinar matahari langsung. Sinar matahari yang terlalu terik membuat warna pastel atau motif retro cepat pudar dalam beberapa kali pencucian. Jika menemukan kerusakan kecil seperti kancing lepas atau jahitan terbuka pada pakaian lama, segera jahit sebelum lubang meluas.
Pilah baju di lemari tiap beberapa minggu sekali dan padukan satu baju retro dengan dua pakaian modern yang sudah ada.
Pertanyaan Seputar Gaya Berpakaian Retro
Bagaimana cara memakai pakaian retro supaya tidak terlihat kusam?
Cuci pakaian vintage dengan detergen cair yang lembut dan hindari penjemuran di bawah sinar matahari langsung. Padukan juga baju retro dengan satu pakaian baru bermodel modern yang bersih, seperti celana jins gelap polos.
Berapa anggaran awal untuk mulai mengoleksi baju gaya retro?
Modal awal sebesar Rp100.000 sampai Rp300.000 sudah cukup untuk mendapatkan dua kemeja motif bermaterial rayon dan satu aksesori seperti sabuk kulit di toko thrift daring.
Apakah gaya berpakaian retro cocok untuk dipakai kerja di kantor?
Gaya ini cocok untuk kerja dengan memilih blazer berpotongan tegas ala era 80-an atau kemeja bergaris halus yang dipadukan bersama celana bahan polos dan sepatu loafers.
