Gaya Berpakaian Musim Hujan yang Rapi dan Fungsional
Genangan air di area parkiran atau cipratan kendaraan saat menyeberang jalan kerap menjadi masalah utama setiap menjelang akhir tahun. Pakaian basah akibat guyuran hujan mendadak bisa merusak kenyamanan saat bekerja seharian di kantor.
Menyesuaikan gaya berpakaian musim hujan sebenarnya tidak memerlukan perubahan total pada isi lemari pakaian. Kombinasi bahan yang tepat dan potongan busana yang fungsional membuat tampilan tetap rapi sekaligus terlindungi dari basah.
Daftar Isi
- Bahan sintetis ringan lebih aman dibanding kain katun tebal
- Pilih potongan celana yang menggantung di atas mata kaki
- Teknik layering untuk menyesuaikan suhu ruangan
- Sol karet dan bahan sintetis melindungi kaki dari genangan
- Simpan perlengkapan darurat dalam pouch kedap air
- Pertanyaan Seputar Gaya Berpakaian Musim Hujan
- Apakah celana jeans cocok dipakai saat musim hujan?
- Bahan baju apa yang paling cepat kering kalau terkena air hujan?
- Bagaimana cara merawat sepatu kulit sintetis setelah terkena air hujan?
Bahan sintetis ringan lebih aman dibanding kain katun tebal
Pakaian berbahan katun tebal atau denim cenderung menyerap air dalam jumlah banyak dan butuh waktu lama untuk kering. Bahan nilon, poliester, atau campuran spandeks jauh lebih bersahabat untuk cuaca lembap karena seratnya tidak menahan cairan.
Outer berbahan nilon ringan bisa dilipat sampai seukuran dompet kecil untuk menghemat ruang tas.
Untuk yang beraktivitas menggunakan kendaraan roda dua atau transportasi umum, jaket parasut tanpa furing tebal sangat membantu. Harga jaket parasut waterproof berkualitas sedang berada di kisaran Rp150.000 sampai Rp350.000 di toko daring. Bahan ini menahan terpaan angin dingin sekaligus mencegah air hujan meresap ke pakaian dalam.
Baca Juga: Gaya Berpakaian ke Kampus yang Rapi dan Fungsional
Pilih potongan celana yang menggantung di atas mata kaki
Potongan celana pipa lebar atau kulot panjang yang menyapu jalan berisiko tinggi menyerap air dari genangan di trotoar. Ujung celana yang basah kuyup akan meninggalkan bercak lumpur yang sulit dibersihkan saat mendung.
Gunakan celana chino berpotongan tapered atau celana bahan berpotongan menggantung sekitar 2 sampai 5 cm di atas mata kaki. Potongan ini memberi jarak aman dari cipratan air tanpa mengorbankan kesan formal. Jika harus memakai celana panjang biasa, gulung bagian bawah sebanyak dua lipatan sebelum berjalan menembus area basah.
Teknik layering untuk menyesuaikan suhu ruangan
Perubahan suhu dari luar gedung yang hujan deras ke dalam ruangan ber-AC sering kali memicu rasa tidak nyaman pada tubuh. Solusi terbaik adalah menerapkan teknik pakaian berlapis yang mudah dilepas pasang sesuai kebutuhan situasi.
Lapisan pertama bisa berupa kaus dalam berbahan serat bambu atau katun tipis yang menyerap keringat. Lapisan kedua memakai kemeja atau blus, lalu ditutup dengan cardigan atau blazer tipis sebagai lapisan terluar. Bila baju basah dan dibiarkan menempel di kulit terlalu lama, iritasi atau jamur bisa timbul; konsultasikan ke dokter kulit jika muncul ruam gatal yang membekas.
Sol karet dan bahan sintetis melindungi kaki dari genangan
Sepatu berbahan kanvas atau suede basah dengan cepat ketika terkena air hujan dan butuh waktu seharian untuk dikeringkan. Selain memicu bau tidak sedap pada kaki, sepatu basah juga mempercepat kerusakan bahan sepatu itu sendiri.
Baca Juga: Gaya Berpakaian ke Pantai yang Modis dan Praktis
Sepatu berbahan kulit sintetis lebih tahan cipratan air dibanding bahan kanvas atau suede.
Pilih sepatu loafers, flat shoes, atau boots dengan sol luar berbahan karet yang memiliki pola alur tegas. Grip karet mencegah risiko terpeleset di lantai keramik atau trotoar licin. Sarung sepatu transparan berbahan silikon seharga Rp30.000 hingga Rp70.000 juga bisa dijadikan opsi perlindungan ekstra saat berjalan menembus hujan deras.
Simpan perlengkapan darurat dalam pouch kedap air
Gumpalan baju basah yang dimasukkan langsung ke dalam tas kerja dapat merusak dokumen atau barang elektronik di dalamnya. Kantong kain biasa tidak cukup menahan rembesan air dari baju yang terkena hujan.
Sediakan satu pouch berbahan PVC atau dry bag berukuran 2 sampai 5 liter di dalam tas harian. Kantong kedap air ini mudah didapat di pasaran dengan harga mulai dari Rp20.000 sampai Rp60.000. Masukkan kaus kaki cadangan, pakaian dalam bersih, dan handuk mikrofiber kecil berukuran 30×30 cm ke dalamnya.
Baca Juga: Panduan Gaya Berpakaian ke Acara Formal yang Rapi dan Pas
Kaus kaki cadangan berbahan katun tipis menyerap keringat dengan baik tanpa membuat sepatu terasa sesak.
Semprotkan cairan water repellent pada permukaan luar tas kain atau sepatu semalam sebelum digunakan agar air hujan langsung meluncur turun tanpa meresap.
Pertanyaan Seputar Gaya Berpakaian Musim Hujan
Apakah celana jeans cocok dipakai saat musim hujan?
Bahan jeans tebal kurang disarankan saat musim hujan karena sangat lambat kering bila terkena air dan terasa berat saat basah. Sebagai alternatif, celana berbahan twill ringan, chino, atau poliester jauh lebih nyaman dan praktis.
Bahan baju apa yang paling cepat kering kalau terkena air hujan?
Bahan berserat sintetis seperti nilon, poliester, dan mikro-poliester adalah yang paling cepat kering. Bahan serat sintetis ini tidak menyerap air hingga ke dalam serat benangnya seperti halnya katun tebal.
Bagaimana cara merawat sepatu kulit sintetis setelah terkena air hujan?
Langsung lap permukaan sepatu menggunakan kain mikrofiber kering sampai sisa air dan kotoran hilang. Angin-anginkan sepatu di ruang terbuka bersirkulasi udara baik, dan hindari menjemurnya langsung di bawah terik matahari atau menggunakan hair dryer bersuhu tinggi agar bahan tidak retak.
