Cara Merawat Rantai Gir Motor agar Awet dan Tidak Bising

Dewi · 12 Okt 2026 · 4 mnt

Suara gemeresik dari bagian bawah sepeda motor saat melintasi jalanan tenang, sering membuat perjalanan kurang nyaman. Bunyi kasar ini biasanya muncul akibat rantai dan gir motor yang kering atau tertutup kotoran jalanan yang mengering.

Melakukan perawatan rantai gir motor mandiri di rumah sebenarnya hemat biaya dan tidak butuh waktu lama. Langkah efisien ini menjaga penyaluran tenaga mesin ke roda belakang tetap halus tanpa perlu bolak-balik ke bengkel.

Daftar Isi

Pembersihan Rantai dari Kotoran Menempel

Debu, pasir, dan sisa oli tua yang menumpuk pada rantai bisa berubah menjadi ampelas yang mengikis logam sedikit demi sedikit. Bersihkan rantai secara menyeluruh paling tidak satu bulan sekali atau setelah menerjang banjir.

Semprotkan cairan khusus pembersih rantai atau usapkan minyak tanah pada seluruh permukaan rantai. Hindari pemakaian bensin karena cairan ini bisa merusak cincin karet pelindung atau O-ring pada beberapa jenis rantai modern.

Sikat gigi bekas bisa dipakai untuk membersihkan sela-sela pin rantai yang sulit dijangkau kain rag.

Setelah kotoran luntur, keringkan rantai memakai kain lap bersih sampai tidak ada sisa cairan pembersih yang tertinggal. Cairan pelarut yang tersisa di permukaan logam akan menolak pelumas baru yang akan disemprotkan. Pembersih rantai khusus biasanya dijual dengan harga sekitar Rp25.000 hingga Rp50.000 per kaleng di toko aksesori kendaraan.

Baca Juga: Perawatan Karburator Motor Klasik agar Mesin Tetap Langsam

Pelumasan Rutin untuk Mencegah Rantai Aus

Pelumasan wajib dilakukan setelah rantai benar-benar bersih dan kering. Penetesan pelumas pada rantai basah hanya membuat cairan terbuang saat roda berputar.

Gunakan pelumas khusus rantai atau oli transmisi SAE 80-90 agar debu jalanan tidak gampang menempel.

Oli mesin bekas kurang cocok dipakai karena mengandung gram logam sisa pembakaran yang mempercepat keausan gir. Semprotkan pelumas pada bagian dalam rantai, tepatnya pada cincin roda dan pin, sambil memutar roda belakang perlahan dengan tangan.

Langkah pelumasan ini idealnya diulang setiap jarak tempuh mencapai kira-kira 500 kilometer. Jika sering melintasi jalanan berdebu atau kehujanan saat pulang kerja, interval pelumasan bisa dipersingkat menjadi seminggu sekali. Botol pelumas rantai ukuran 200 ml dijual mulai dari Rp30.000 sampai Rp60.000 dan bisa dipakai hingga beberapa bulan.

Atur Ketegangan Rantai Sesuai Batas Aman

Rantai yang terlalu kendur akan menghentak saat tuas gas diputar, sedangkan rantai yang terlalu kencang menambah beban kerja bantalan poros transmisi. Mengukur kelonggaran rantai dapat dilakukan dengan menekan bagian tengah rantai bawah ke atas dan ke bawah.

Baca Juga: Tips Perawatan Velg Motor Agar Bersih dan Bebas Karat

Jarak bebas atau jarak main rantai ideal berada pada kisaran 2 hingga 3 sentimeter. Kendurkan mur as roda belakang dengan kunci pas sebelum memutar baut penyetel di ujung lengan ayun. Pastikan garis penunjuk skala di sisi kanan dan kiri lengan ayun berada di posisi setara, agar posisi roda tetap lurus.

Kencangkan kembali mur as roda setelah jarak bebas rantai sesuai petunjuk buku manual. Jika rantai tetap kendur meskipun baut penyetel sudah ditarik maksimal, berarti rantai sudah mengalami pemanjangan permanen. Kalau kondisi ini terjadi atau mata gir sudah terlihat tajam menyerupai sisik ikan, bawa sepeda motor ke bengkel resmi atau teknisi terdekat untuk mengganti satu set komponen rantai dan gir demi keselamatan berkendara.

Cek Kondisi Fisik Mata Gir dan Sambungan

Periksa mata gir secara bersamaan saat membersihkan sisa pelumas tua.

Bentuk gigi gir yang sehat memiliki ujung yang agak tumpul dan simetris di kedua sisinya. Gigi gir yang terkikis miring atau menajam menunjukkan bahwasanya penyetelan roda kurang lurus atau pelumasan sering terlambat.

Selain mata gir, perhatikan pula klip pengunci pada sambungan rantai utama. Pastikan posisi ujung klip yang terbuka menghadap ke arah belakang, berlawanan dengan arah putaran rantai, agar tidak mudah terlepas saat tersangkut benda asing.

Ganti rantai dan gir secara bersamaan sebagai satu paket. Memasang rantai baru pada gir lama yang sudah aus akan membuat rantai baru cepat rusak dalam waktu beberapa bulan saja. Paket gir depan, gir belakang, dan rantai biasanya dijual dengan kisaran harga di bawah Rp200.000 untuk motor bebek dan di bawah Rp400.000 untuk motor sport harian.

Baca Juga: Tips Perawatan Knalpot Motor Biar Awet dan Bebas Karat

Lakukan penyetelan dan pelumasan ringkas ini tepat sebelum berangkat beraktivitas di pagi hari atau saat mencuci motor di akhir pekan.

Pertanyaan Seputar Perawatan Rantai Gir Motor

Boleh tidak membersihkan rantai motor memakai bensin?

Sebaiknya hindari bensin karena zat pelarutnya terlalu keras dan dapat membuat cincin karet (O-ring) pada rantai kaku lalu pecah. Gunakan minyak tanah atau cairan khusus pembersih rantai yang dijual dengan harga sekitar Rp25.000 sampai Rp50.000.

Berapa kilometer sekali rantai motor harus diberi pelumas?

Pelumasan ideal dilakukan setiap jarak tempuh 500 kilometer. Namun jika sering melintasi jalanan basah atau berdebu, pelumasan dapat dilakukan seminggu sekali tanpa menunggu batas kilometer.

Mengapa rantai motor cepat kendur padahal baru disetel?

Hal itu bisa disebabkan oleh usia rantai yang sudah melewati batas pemakaian sehingga logamnya makin mulur, atau karena baut penyetel pada lengan ayun kurang kencang sehingga bergeser saat motor dipakai menanjak.

Apakah aman memakai oli bekas untuk melumasi rantai motor?

Oli bekas kurang aman karena membawa kotoran dan serbuk logam sisa pembakaran mesin. Kotoran tersebut akan menempel di rantai dan bertindak seperti ampelas yang mempercepat kerusakan mata gir.